RSHsmart
Kutempatkan semua hal yang aku pelajari dan ketahui di blog ini sebagai catatan online pribadi yang juga bisa bermanfaat untuk orang lain . . . Be smart together, bring our country into an amazing country !
Kamis, 15 Desember 2011
Sabtu, 12 November 2011
Step by Step Validasi DSLAM Outdoor
Dalam melakukan validasi DSLAM outdoor harus teliti dan cekatan. Hal ini sangat berguna agar tidak terjadi kesalahan ketika sedang bertugas. Dari pengalaman yang saya lakukan ketika pertama kali diberi tugas untuk melakukan tugas validasi DSLAM Outdoor, saya langsung berangkat menuju lokasi DSLAM yang telah ditentukan dengan hanya berbekal selembar kertas yang berisi data port yang harus divalidasi dan sedikit pengarahan yang jujur pada saat itu saya masih kurang mengerti (modal nekat hehehe).
Dari pengalaman diatas, saya melakukan beberapa kesalahan dan sangat sulit ketika ditanya dan disuruh untuk memeriksa hasil pekerjaan saya.
Akhirnya pada tugas selanjutnya saya terus berfikir bagaimana caranya agar tugas ini berjalan dengan baik dan tidak kesulitan saat ditanya bahkan untuk mengembalikannya seperti semula. Berikut beberapa hal yang saya lakukan untuk mengantisipasi hal-hal tersebut:
1. Ketika menerima data validasi dari pembimbing, jangan langsung di eksekusi, periksa dulu mana yang harus dicabut, dan mana yang tidak (tanya kepada pembina).
2. Apabila status pada data ada yang retensi (artinya pelanggan tersebut belum bayar alias nunggak) pastikan apakah status retensinya masih baru atau sudah lama dengan cara menggunakan embassy (biasanya pembina menyuruh yang lebih dari tiga bulan disuruh cabut)
3. Catat port mana saja yang akan di cabut. Bisa ditulis dibalik kertas data validasi atau dikertas lainnya.
4. Setelah melakukan hal diatas silahkan berangkat ke DSLAM yang dituju. Setelah sampai sana pastikan kita sudah tau posisi port yang dimaksud pada data (periksa apakah disana ada gambar layout nya atau tidak). Jika ada lakukan beberapa langkah berikut untuk memastikannya. (terkadang posisi port di DSLAM tidak berurutan dan berbeda-beda antara DSLAM satu dengan yang lainnya). Caranya yaitu dengan mencoba salah satu port yang ada pada LSA dengan test phone. Cek nomornya dengan menekan 141, lalu catat nomornya. Setelah itu cek nomor tersebut dengan menggunakan OS3 untuk mendapatkan nomor speedy nya, lalu masukkan nomor speedy tersebut di embassy untuk menemukan lokasi portnya. jika portnya benar dan sesuai dengan data validasi yang anda bawa, jangan langsung dicabut dulu. Cek lagi secara acak di port yang lain untuk memastikan.
5. Setelah semua sudah pasti, silahkan lakukan pencabutan sesuai dengan data validasi yang anda bawa. Nah untuk mengantisipasi kelupaan dan kesalahan, ada baiknya pada setiap port yang dicabut dicatat. Format yang saya gunakan adalah sebagai berikut.
Nah dari beberapa langkah diatas saya langsung bisa mrngrmbalikan jumper an yang salah cabut. Memang terkesan ribet dan memakan waktu. Tapi silahkan pilih. Jika anda lupa maka berapa banyak waktu yang anda butuhkan untuk mengingatnya. Apalagi jika yang harus diingat adalah lebih dari satu?
»» READMORE...
Dari pengalaman diatas, saya melakukan beberapa kesalahan dan sangat sulit ketika ditanya dan disuruh untuk memeriksa hasil pekerjaan saya.
Akhirnya pada tugas selanjutnya saya terus berfikir bagaimana caranya agar tugas ini berjalan dengan baik dan tidak kesulitan saat ditanya bahkan untuk mengembalikannya seperti semula. Berikut beberapa hal yang saya lakukan untuk mengantisipasi hal-hal tersebut:
1. Ketika menerima data validasi dari pembimbing, jangan langsung di eksekusi, periksa dulu mana yang harus dicabut, dan mana yang tidak (tanya kepada pembina).
2. Apabila status pada data ada yang retensi (artinya pelanggan tersebut belum bayar alias nunggak) pastikan apakah status retensinya masih baru atau sudah lama dengan cara menggunakan embassy (biasanya pembina menyuruh yang lebih dari tiga bulan disuruh cabut)
3. Catat port mana saja yang akan di cabut. Bisa ditulis dibalik kertas data validasi atau dikertas lainnya.
4. Setelah melakukan hal diatas silahkan berangkat ke DSLAM yang dituju. Setelah sampai sana pastikan kita sudah tau posisi port yang dimaksud pada data (periksa apakah disana ada gambar layout nya atau tidak). Jika ada lakukan beberapa langkah berikut untuk memastikannya. (terkadang posisi port di DSLAM tidak berurutan dan berbeda-beda antara DSLAM satu dengan yang lainnya). Caranya yaitu dengan mencoba salah satu port yang ada pada LSA dengan test phone. Cek nomornya dengan menekan 141, lalu catat nomornya. Setelah itu cek nomor tersebut dengan menggunakan OS3 untuk mendapatkan nomor speedy nya, lalu masukkan nomor speedy tersebut di embassy untuk menemukan lokasi portnya. jika portnya benar dan sesuai dengan data validasi yang anda bawa, jangan langsung dicabut dulu. Cek lagi secara acak di port yang lain untuk memastikan.
5. Setelah semua sudah pasti, silahkan lakukan pencabutan sesuai dengan data validasi yang anda bawa. Nah untuk mengantisipasi kelupaan dan kesalahan, ada baiknya pada setiap port yang dicabut dicatat. Format yang saya gunakan adalah sebagai berikut.
Contoh jika kita mencabut port yang beralamat di DSLAM 01 0/1/0/12 (artinya kita mencabut kabel yang ada di jalur DSLAM 01, board 1, port 12)
- Cabut kabel dari PSTN nya dulu dan catat dengan kode p disamping data validasi yg dicabut.
- Cari ujung kabel dari PSTN tersebut hingga ketemu (umumnya mengarah ke jalur Primer). Jika tidak bisa karena kabel kusut atau mungkin terlilit di dalam tumpukan kabel sehingga sangat sulit untuk menelusirinya, anda dapat menggunakan tone generator (alat untuk mencari jalur kabel)
- Setelah dapat pangkalnya (misal di jalur primer port 34), maka catat di samping huruf p tadi sehingga menjadi seperti ini p=p34 (p34 artinya terletak di jalur primer port 34). Sehingga secara keseluruhan kode p=p34 artinya dari pstn port 1/12 menuju primer port 34
- Selanjutnya untuk jalur Line gunakan kode L untuk kodenya dan S untuk kode sekundernya
Nah dari beberapa langkah diatas saya langsung bisa mrngrmbalikan jumper an yang salah cabut. Memang terkesan ribet dan memakan waktu. Tapi silahkan pilih. Jika anda lupa maka berapa banyak waktu yang anda butuhkan untuk mengingatnya. Apalagi jika yang harus diingat adalah lebih dari satu?
Jumat, 11 November 2011
DSLAM (Digital subscriber line access multiplexer)
'''Digital subscriber line access multiplexer, atau sering disingkat menjadi DSLAM adalah sebuah peralatan yang berfungsi menggabungkan dan memisahkan sinyal data dengan saluran telepon yang dipakai untuk mentransmisikan data, peralatan ini terletak di ujung sentral telepon terdekat. Berfungsi juga sebagai multiplexer.
»» READMORE...
![]() |
| Skema Jaringan ADSL |
![]() |
| Skema install ADSL |
Perangkat ini merupakan sebuah syarat dalam pengimplementasian jaringan Digital Subscriber Line (DSL). Pada perangkat DSLAM biasanya sudah terpasang SPLITTER yang berfungsi memisahkan sinyal suara dan sinyal data, dimana sinyal suara akan menuju perangkat sentral telepon dan sinyal data akan diarahkan menuju BRAS melalui media transmisi yang bisa berbentuk E1 (baca e-one), STM-1 (Fiber Optic). Selanjutnya dari BRAS akan diarahkan ke masing-masing ISP yang sudah bekerja sama.
![]() |
| Penampakan DSLAM dari luar |
![]() Penampakan DSLAM dari dalam |
| Splitter - low pass filter untuk melewatkan band suara dan hight pass filter untuk melewatkan band ADSL |
![]() |
| Modul-modul pelanggan dapat berupa modul ADSL, SDSL, VDSL, dll. Untuk layanan Speedy menggunakan modul ADSL |
Terdapat dua jenis modulasi yang dipergunakan pada perangkat DSLAM dalam konfigurasi layanan speedy, yaitu CAP (Carrierless Amplitude/Phase Modulation) dan DMT (Discrete Multitone).
CAP merupakan teknik modulasi yang bekerja dengan membagi spektrum frekuensi yang terdapat pada jalur speedy menjadi tiga bagian, yaitu kanal suara (berkisar antara 0 – 4 KHz), kanal upstream (25 Khz – 188 KHz), dan kanal downstream (240 KHz keatas). Pemisahan ini dimaksudkan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya interferensi antar kanal tersebut.
Sedangkan teknik modulasi DMT bekerja dengan membagi frekuensi menjadi 256 kanal, yang masing - masing lebarnya 4,3125 KHz. Pada teknik modulasi ini, kecepatan data yang dikirim ke setiap kanal dapat diatur secara terpisah. Dengan cara ini, modulasi DMT dapat mengeliminasi kanal – kanal yang mengalami gangguan atau interferensi dikanal tersebut.
Perangkat DSLAM merupakan suatu perangkat yang menyediakan layanan data digital kecepatan tinggi dan telepon analog secara simultan pada sisi sentral. Secara umum komponen dalam DSLAM terdiri dari Backbone Interface dan Line Interface Module (LIM).
CAP merupakan teknik modulasi yang bekerja dengan membagi spektrum frekuensi yang terdapat pada jalur speedy menjadi tiga bagian, yaitu kanal suara (berkisar antara 0 – 4 KHz), kanal upstream (25 Khz – 188 KHz), dan kanal downstream (240 KHz keatas). Pemisahan ini dimaksudkan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya interferensi antar kanal tersebut.
Sedangkan teknik modulasi DMT bekerja dengan membagi frekuensi menjadi 256 kanal, yang masing - masing lebarnya 4,3125 KHz. Pada teknik modulasi ini, kecepatan data yang dikirim ke setiap kanal dapat diatur secara terpisah. Dengan cara ini, modulasi DMT dapat mengeliminasi kanal – kanal yang mengalami gangguan atau interferensi dikanal tersebut.
Perangkat DSLAM merupakan suatu perangkat yang menyediakan layanan data digital kecepatan tinggi dan telepon analog secara simultan pada sisi sentral. Secara umum komponen dalam DSLAM terdiri dari Backbone Interface dan Line Interface Module (LIM).
Backbone interface adalah antarmuka antara DSLAM dengan jaringan Switch. Karena sebagian besar negara di Asia termasuk Indonesia mengacu pada sistem standarisasi Eropa maka antarmuka ini sedapat mungkin menggunakan standar ESTI untuk 155 Mbps.
LIM merupakan modul gabungan antara modem ADSL (ATU-C) dengan POTS Splitter. ATU-C dalam DSLAM mempunyai fungsi yang sama dengan ATU-R yaitu mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog dan sebaliknya. POTS Splitter memisahkan sinyal digital dan sinyal telepon analog. Selain itu, DSLAM juga berfungsi mengatur transmisi data, data dari beberapa pelanggan akan dikonsentrasikan untuk kemudian ditransmisikan ke ATM Switch, dan data dalam jumlah besar dari ATM akan distribusikan oleh DSLAM ke masing–masing kanal pelanggan. ATM (Asynchronous Transfer Mode) adalah teknologi switching dan multiplexing yang memiliki bandwith yang lebar dan delay yang kecil. Pada teknologi DSL, setiap pelanggan terhubung langsung ke perangkat DSLAM sehingga tidak terjadi penurunan kinerja pada pelanggan apabila terjadi penambahan pelanggan.
LIM merupakan modul gabungan antara modem ADSL (ATU-C) dengan POTS Splitter. ATU-C dalam DSLAM mempunyai fungsi yang sama dengan ATU-R yaitu mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog dan sebaliknya. POTS Splitter memisahkan sinyal digital dan sinyal telepon analog. Selain itu, DSLAM juga berfungsi mengatur transmisi data, data dari beberapa pelanggan akan dikonsentrasikan untuk kemudian ditransmisikan ke ATM Switch, dan data dalam jumlah besar dari ATM akan distribusikan oleh DSLAM ke masing–masing kanal pelanggan. ATM (Asynchronous Transfer Mode) adalah teknologi switching dan multiplexing yang memiliki bandwith yang lebar dan delay yang kecil. Pada teknologi DSL, setiap pelanggan terhubung langsung ke perangkat DSLAM sehingga tidak terjadi penurunan kinerja pada pelanggan apabila terjadi penambahan pelanggan.
Fungsi DSLAM antara lain :
a. Sebagai filter voice dan data
b. Sebagai modulator dan demodulator DSL.
c. Sebagai multiplexer.
Prinsip kerja DSLAM adalah dengan memisahkan frekuensi sinyal suara dari trafik kecepatan tinggi, serta mengontrol dan meroute-kan trafik Digital Subcriber line (xDSL) antara perangkat end-user seperti router, modem, network interface card dengan jaringan penyedia layanan. DSLAM menyalurkan data digital memasuki jaringan suara POTS (Plain Ordinary Telephone Service) ketika mencapai di CO (Central office). DSLAM mengalihkan kanal suara sehingga sinyal tersebut dapat dikirim melalui PSTN dan kanal data yang sudah ada kemudian ditransmisikan melalui DSLAM yang sebenarnya adalah kumpulan modem DSL.
Cara Kerja DSLAM
Prinsip kerja DSLAM adalah dengan memisahkan frekuensi sinyal suara dari trafik kecepatan tinggi, serta mengontrol dan meroute-kan trafik Digital Subcriber line (xDSL) antara perangkat end-user seperti router, modem, network interface card dengan jaringan penyedia layanan. DSLAM menyalurkan data digital memasuki jaringan suara POTS (Plain Ordinary Telephone Service) ketika mencapai di CO (Central office). DSLAM mengalihkan kanal suara sehingga sinyal tersebut dapat dikirim melalui PSTN dan kanal data yang sudah ada kemudian ditransmisikan melalui DSLAM yang sebenarnya adalah kumpulan modem DSL.
Setelah menghilangkan sinyal suara analog, DSLAM mengumpulkan sinyal-sinyal yang berasal dari end-user dan menyatukannya menjadi sinyal tunggal dengan bandwidth yang lebar melalui proses multiplexing. Sinyal yang sudah disatukan ini kemudian disalurkan dengan kecepatan Mbps ke dalam kanal oleh peralatan switching backbone melalui jaringan akses yang biasa disebut Network sevice Provider (NSP). Sinyal yang dikirimkan melalui internet atau jaringan lain muncul kembali pada CO yang dituju, dimana DSLAM yang lain menunggu. DSLAM bersifat fleksibel dan bias mendukung berbagai macam tipe xDSL yang terdapat dalam sebuah CO dan juga mendukung berbagai protocol dan modulasi.
Seperti kedua macam modulasi yang digunakan yaitu CAP dan DMT dan juga bisa menyediakan routing maupun penomoran IP secara dinamik untuk pelanggan (end-user). Jika tidak tersedia tempat di dalam MDF atau ternyata jarak antara sentral dan pelanggan terlalu jauh, maka solusinya adalah dengan menggunakan Mini DSLAM. Mini DSLAM ini dapat diletakkan pada RK yang terdapat diantara sentral telephone dan pelanggan.
Parameter yang menentukan performansi DSLAM antara lain :
- Throughput, yaitu kecepatan (rate) transfer data efektif, yang diukur dalam bps. Troughput juga mengacu pada banyaknya data yang dapat dikirimkan dalam suatu waktu. Hal ini sangat bergantung pada ketersediaan bandwidth jaringan.
- Kecepatan upstream dan downstream, yaitu kecepatan saat melakukan upload dan download.
- SNR (Signal to Noise Ratio), yaitu perbandingan puncak sinyal dengan noise yang diukur. Nilai SNR dipengaruhi oleh kekuatan sinyal dan besarnya noise. Secara kasar, tanpa melihat nilai power signal dan noise, semakin besar nilai SNR maka kualitas yang didapat akan semakin baik.
- Attenuation (dB), yaitu besarnya faktor redaman kabel. Kabel mempunyai velocity factor yang menyebabkan semakin panjang kabel maka loss-nya akan semakin besar. Setiap kabel memiliki nilai yang berbeda - beda tergantung dari bahan dan luas penampang kabel. Semakin kecil nilai Line Attenuation maka akan semakin baik.
Referensi:
Sabtu, 01 Oktober 2011
Konfigurasi DHCP Server di Packet Tracer
DHCP server merupakan komputer yang berfungsi memberikan konfigurasi IP secara automatis ke seluruh komputer client yang terhubung dan mereques service ini.
Simulasi pada Packet Tracer dapat dilakukan dengan cara berikut
Ketentuan:
1. Masukkan 1 PC Server, Switch, dan PC Client ke workspace lalu hubungkan dengan kabel straigh sehingga membentuk topologi seperti pada gambar berikut .
2. Konfigurasi Server-PT.
3. Kemudian setting komputer client agar mereques IP DHCP dri server dengan cara
4. Lakukan hal yang sama pada semua client yang ada dengn mengikuti langkah 3 diatas
5. Untuk pengujiannya, lakukan ping dari PC client menuju Server DHCP, caranya masuk Comand Prompt pada salah satu PC yang akan diuji. Contoh PC0, maka klik lah PC0, lalu klik tab Desktop, dan pilih Comand Prompt. Kemudian ketik ping 192.168.1.1 pada comand prompt. Jika muncul tulisan Reply, maka konfigurasi telah berhasil.
»» READMORE...
Simulasi pada Packet Tracer dapat dilakukan dengan cara berikut
Ketentuan:
- IP Server 192.168.1.1
- IP Gateway 192.168.1.10
- IP Range DHCP Server 192.168.1.0 - 192.168.1.255
- Topologi: DHCP Server - Switch - Client
1. Masukkan 1 PC Server, Switch, dan PC Client ke workspace lalu hubungkan dengan kabel straigh sehingga membentuk topologi seperti pada gambar berikut .
2. Konfigurasi Server-PT.
- Klik Server-PT
- Klik Tab Desktop
- Pilih IP Configuration dan masukkan IP seperti pada gambar berikut
- Kemudian Klik tab Config dan ikutilah konfigurasi pada gambar berikut
3. Kemudian setting komputer client agar mereques IP DHCP dri server dengan cara
- Klik salah satu PC client (contoh PC0)
- Klik tab Desktop kemudian pilih IP Configuration
- Klik DHCP, maka kolom IP dan yang lainnya akan terisi sesuai dengan konfigurasi yang telah dibuat pada DHCP Server
4. Lakukan hal yang sama pada semua client yang ada dengn mengikuti langkah 3 diatas
5. Untuk pengujiannya, lakukan ping dari PC client menuju Server DHCP, caranya masuk Comand Prompt pada salah satu PC yang akan diuji. Contoh PC0, maka klik lah PC0, lalu klik tab Desktop, dan pilih Comand Prompt. Kemudian ketik ping 192.168.1.1 pada comand prompt. Jika muncul tulisan Reply, maka konfigurasi telah berhasil.
Jumat, 30 September 2011
Membuat Jaringan Peer-to-Peer Menggunakan Packet Tracer
Jaringan komputer Peer to Peer (PC to PC) adalah jaringan komputer yang hanya menghubungkan dua komputer dimana kedua komputer bisa menjadi server maupun client.
Simulasi jaringan peer to peer dengan menggunakan Packet Tracer dapat dilakukan dengan cara berikut:
1. Klik icon End Devices yang ada di pojok kiri bawah aplikasi.
2. Klik Generic (PC-PT) lalu masukkan ke dalam Workspace (lihat gambar)
3. Hubungkan kedua komputer tadi dengan menggunakan kabel cross (simbol garis putus-putus) dengan cara klik icon connections lalu pilih copper cross-over
4. Kemudian klik komputer PC0 dan pilih fastethernet
5. Kemudian arahkan ke komputer satunya (PC1) dan lakukan hal yang sama seperti pada langkah 4.
6. Konfigurasi masing masing komputer dengan IP yang sama networknya. Contoh PC0 (192.168.1.1) dan PC1 (192.168.1.2). Cara mengkonfigurasinya yaitu dengan cara klik komputer yang akan dikonfigurasi (PC0 duluan) lalu klik tab Desktop dan pilih IP Configuration
7. Masukkan IP seperti pada gambar berikut
8. Kemudian klik PC1 (komputer satunya) dan lakukan hal yang sama seperti langkah 6 dan 7 namun dengan IP yang berbeda (192.168.1.2) dan netmask yang sama (255.255.255.0)
9. Setelah konfigurasi selesai, coba ping PC0 dari PC1 dengan cara klik Command Prompt pada tab desktop (lihat gambar langkah 6)
10. Ketik ping 192.168.1.1 pada comand prompt . . . Jika muncul tulisan reply, maka jaringan peer to peer telah berhasil dibuat. Kemudian lakukanlah hal sebaliknya dari PC1 ke PC0.
Jika hasil yang muncul sama seperti gambar diatas, maka jaringan peer to peer telah selesai dibuat.
»» READMORE...
Simulasi jaringan peer to peer dengan menggunakan Packet Tracer dapat dilakukan dengan cara berikut:
1. Klik icon End Devices yang ada di pojok kiri bawah aplikasi.
2. Klik Generic (PC-PT) lalu masukkan ke dalam Workspace (lihat gambar)
3. Hubungkan kedua komputer tadi dengan menggunakan kabel cross (simbol garis putus-putus) dengan cara klik icon connections lalu pilih copper cross-over
4. Kemudian klik komputer PC0 dan pilih fastethernet
5. Kemudian arahkan ke komputer satunya (PC1) dan lakukan hal yang sama seperti pada langkah 4.
6. Konfigurasi masing masing komputer dengan IP yang sama networknya. Contoh PC0 (192.168.1.1) dan PC1 (192.168.1.2). Cara mengkonfigurasinya yaitu dengan cara klik komputer yang akan dikonfigurasi (PC0 duluan) lalu klik tab Desktop dan pilih IP Configuration
7. Masukkan IP seperti pada gambar berikut
8. Kemudian klik PC1 (komputer satunya) dan lakukan hal yang sama seperti langkah 6 dan 7 namun dengan IP yang berbeda (192.168.1.2) dan netmask yang sama (255.255.255.0)
9. Setelah konfigurasi selesai, coba ping PC0 dari PC1 dengan cara klik Command Prompt pada tab desktop (lihat gambar langkah 6)
10. Ketik ping 192.168.1.1 pada comand prompt . . . Jika muncul tulisan reply, maka jaringan peer to peer telah berhasil dibuat. Kemudian lakukanlah hal sebaliknya dari PC1 ke PC0.
Jika hasil yang muncul sama seperti gambar diatas, maka jaringan peer to peer telah selesai dibuat.
Sabtu, 17 September 2011
Evaluasi Kebutuhan Pengendalian Sistem Keamanan Jaringan
1. Batasan Bisnis
Hal-hal yang menjadi batasan bisnis dalam pendesainan sistem keamanan jaringan adalah sebagai berikut:
- Kondisi sistem keamanan jaringan yang sedang berjalan saat ini disuatu kantor/instansi yang terkait, sehingga perancang sistem keamanan diperlukan untuk membuat dokumentasi sistem keamanan jaringan tersebut.
- Suatu kantor/instansi yang terkait memiliki rencana untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem jaringan yang sedang berjalan, sehingga pengembang diminta untuk melakukan perancangan sistem keamanan jaringan. Dengan demikian dokumen desain tersebut dapat digunakan sebagai referensi untuk pengembangan dan peningkatan jaringan pada masa yang akan datang.
2. Biaya dan Sumber Daya
Biaya dalam perancangan sistem keamanan jaringan dapat dianggarkan. Dana dapat disediakan oleh suatu instansi yang terkait apabila ada proposal yang benar dan tepat.
Sumber daya yang dibutuhkan dalam perancangan sistem keamanan jaringan diperlukan kesiapan dan ketersediaan dalam bidang berikut ini:
- Hardware : fasilitas perangkat keras yang diperlukan dalam sistem keamanan jaringan
- Software : fasilitas perangkat lunak yang diperlukan untuk diinstal pada perangkat jaringan
- Brainware : Sumber daya manusia yang akan mengoperasikan dan menggunakan sistem keamanan jaringan
3. Time line
Waktu yang dibutuhkan untuk instalasi adalah tidak lebih dari satu minggu. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu kegiatan operasional sehari-hari yang menggunakan internet atau sistem jaringan tersebut.
4. Kebutuhan Staf
Dalam instansi yang terkait, terdapat komputer yang semuanya terhubung ke LAN suatu instansi. Untuk memenuhi kebutuhan pengguna mengenai layanan jaringan, diperlukan staf jaringan minimal dua orang. Dimana staf tersebut merupakan administrator yang akan memanajemen sistem jaringan secara menyeluruh dan yang lain akan menjadi technical support yang yang membantu administrator untuk memanajemen jaringan serta mengatasi masalah yang terjadi. Sehingga apabila ada terjadi masalah yang berhubungan dengan sistem jaringan, dapat diatasi dengan cepat.
5. Kebijakan Manajemen
- Access Right
Pembagian hak akses yang ada sesuai dengan kebijakan dari pihak manajemen suatu instansi terkait adalah sebagai berikut:
- Administrator : Bertanggung jawab penuh terhadap sistem jaringan serta memiliki full access untuk semua service yang ada pada sistem jaringan. Administrator juga memiliki akses untuk menambah atau mengurangi service dan account pada jaringan.
- Pengguna : Memiliki hak akses ke setiap komputer masing-masing dan ke service yang ada di jaringan sesuai dengan yang telah ditentukan oleh administrator.
Setiap pegawai yang ada di suatu instansi tersebut memiliki account untuk menggunakan layanan email yang tersedia di server LAN instansi tersebut. Yang berhak untuk menambah atau mengurangi account baru untuk penggunaan email adalah administrator. Sedangkan pengguna lainnya hanya boleh login menggunakan layanan email dengan menggunakan account yang telah diberikan. Namun meskipun administrator memiliki full access untuk semua services yang ada pada jaringan tersebut, administrator tidak berhak untuk menyalahgunakan account dari masingmasing pengguna untuk menggunakan layanan email.
- File Server
File server yang disediakan di server dapat digunakan setiap pengguna jaringan yang ada di suatu instansi terkait. Setiap pengguna yang ingin memasuki file server harus menggunakan account masing-masing pengguna. Sementara file yang dapat disimpan pada file server merupakan file yang penting dan berguna serta yang digunakan untuk bekerja. Pada file server juga tersedia file yang dapat digunakan bersama dan untuk menggunakan folder ini telah disediakan account bersama. Sedangkan file pribadi hendaknya disimpan di komputer masing-masing pengguna. Hal ini dilakukan supaya penggunaan file server lebih efisien .
- Akses Internet
Setiap pengguna komputer yang ada di suatu kantor/instansi yang terkait memiliki hak akses untuk terhubung ke internet. Komputer yang ada di setiap ruangan juga sudah diset agar dapat terhubung ke internet. Waktu yang ditentukan untuk terhubung ke internet adalah tidak erbatas. Hal ini dilakukan agar setiap pengguna dapat mengeksplorasi source yang ada di internet kapan saja pada saat dibutuhkan.
6. Kebutuhan Sekuriti
Dalam sistem jaringan komputer yang terdiri dari banyak pengguna, diperlukan sekuriti baik untuk hardware, software, maupun pengguna. Berikut ini akan dijelaskan mengenai kebutuhan sekuriti yang diperlukan dalam sistem jaringan.
- Tipe Sekuriti
Beberapa tipe sekuriti yang digunakan untuk keamanan dalam sistem jaringan di suatu instansi adalah sebagai berikut:
- Untuk layanan email dan web service menggunakan jenis sekuriti SSL.
- Untuk setiap password yang digunakan menggunakan jenis sekuriti MD5.
- Kebutuhan Pengaksesan Data dari Luar
Pengguna dalam sistem jaringan terdiri dari 2 (dua) yaitu yang bersifat internal dan eksternal. Pengguna internal adalah pengguna yang berada di dalam LAN suatu instansi. Sedangkan pengguna eksternal adalah pengguna yang berada diluar suatu instansi yang butuh untuk meng-update data yang ada di dalam sistem jaringan suatu instansi yang terkait tersebut.
- Kebutuhan Autentikasi
Setiap komputer yang digunakan oleh setiap pengguna diberi otentifikasi yaitu berupa penamaan hardware dan pemberian IP Address. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses manajemen setiap perangkat yang ada serta menghindari kebebasan pengguna mengganti perangkat yang telah diberikan dengan perangkat pengguna lainnya.
- Kebutuhan Keamanan Host
Untuk menjaga keamanan setiap komputer pengguna, maka sebelum menggunakan komputer pengguna harus login terlebih dahulu. Sehingga penggunaan setiap komputer teratur dan terkontrol serta tidak sesuka hati setiap pengguna. Dimana tanpa menggunakan account yang telah ditentukan untuk setiap komputer, pengguna tidak dapat menggunakan komputer tersebut.
7. Kebutuhan Manajemen
Kebutuhan manajemen yang diperlukan untuk memanajemen sistem jaringan di suatu instansi adalah sebagai berikut:
- Configuration Management
Digunakan untuk layanan inventory dan topology, manajemen perubahan, penamaan dan pengalamatan, manajemen asset dan kabel, serta proses backup.
- Performance Management
Untuk mengukur performansi manajemen suatu jaringan seperti throughput, utilization, error rate dan respon time.
- Fault Management
Untuk menentukan permasalahan yang terjadi pada jaringan, mendiagnosis jaringan, melakukan backup, serta untuk perbaikan atau perbaikan ulang.
- Accounting Management
Untuk mengetahui Track utilisation of network resources, Granting and removal of network access, serta Licensing & billing
- Security Management
Dapat digunakan untuk mengontrol pengaksesan jaringan dan untuk keperluan auditing.
8. Kebutuhan Aplikasi
- Aplikasi
Pada server sistem jaringan suatu instansi, perlu disediakan sebuah server khusus untuk server aplikasi yaitu web server. Aplikasi yang dipakai bersama oleh seluruh pengguna komputer di suatu instansi ditempatkan pada web server. Dengan demikian semua pengguna yang ingin menggunakan aplikasi tersebut dapat mengaksesnya dari PC masing-masing apabila sudah terhubung ke server. Jenis aplikasi yang ditempatkan pada web server tersebut adalah aplikasi berbasis web. Semua aplikasi ini dapat diakses dalam lingkungan LAN suatu instansi tersebut.
- Protokol
Protokol dalam sebuah jaringan komputer adalah kumpulan peraturan yang mendefenisikan bagaimana cara informasi ditransmisikan melalui jaringan. Ada empat macam protokol jaringan, yaitu IPX/SPX, TCP/IP, UDP dan Apple Talk. Protokol yang digunakan untuk desain jaringan ini adalah protokol yang paling luas penggunaannya, yaitu protokol TCP/IP. Alasan pemilihan protokol ini adalahkarena protokol ini merupakan protokol transportasi yang paling fleksibel dan dapat digunakan pada area yang luas.
- Pengguna
Jumlah pengguna yang akan menggunakan aplikasi yang disediakan dan protokol yang ditentukan adalah ±100 pengguna.
- Penggunaan Aplikasi
Aplikasi yang tersedia dalam sistem jaringan suatu instansi dapat digunakan setiap saat baik dari web internal maupun dari web eksternal. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengguna menggunakan aplikasi kapan saja dibutuhkan.
9. Karakteristik Trafik Jaringan
Karakteristik trafik jaringan yang baik menunjukkan sistem jaringan yang baik. Ciri karakteristik trafik jaringan yang baik adalah tidak pernah putus dan tidak terlalu tinggi karena hal ini menunjukkan trafik jaringan yang berat.
- Karakteristik Trafik Load
Karakteristik traffic load jaringan yang baik adalah download lebih tinggi dari upload. Hal ini dianjurkan karena diasumsikan setiap pengguna internet lebih banyak mendownload data daripada meng-upload data. Pada umumnya, perbandingan upload dan download adalah 1:3.
- Tools
Tools yang digunakan untuk melakukan monitoring adalah PRTG (untuk sistem operasi windows, untuk sistem operasi linux dapat menggunakan MRTG). PRTG akan menghasilkan halaman HTML yang berisi gambar yang menyediakan visualisasi secara langsung mengenai keadaan trafik jaringan, dan dapat memonitor 50 atau lebih interface pada jaringan. Selain itu PRTG juga memungkinkan administrator jaringan untuk memonitor variabel SNMP sesuai dengan pilihannya.
Untuk dapat memonitor sebuah Router, Switch, server, workstation dan sebagainya, komponen yang harus ada yaitu agen SNMP. Pada jaringan LAN Kantor disuatu instansi, yang menjadi agen SNMP yaitu Switch, Router dan beberapa server. Pada perangkat-perangkat tersebut, jika belum memiliki agen SNMP sendiri, dapat diinstal SNMP v.3 sebagai agen SNMP-nya. Sedangkan pada perangkat yang berperan sebagai station yaitu server web, diinstal PRTG yang dapat melakukan pemantauan troughput, traffic uplink dan downlink, transmisi data dan kondisi server dengan mengumpulkan data-data mengenai hal-hal tersebut dari agen-agen SNMP yang terdapat pada jaringan LAN suatu instansi tersebut.
10. Kebutuhan Performansi
Performansi adalah salah satu unsur pokok yang perlu diperhatikan dalam sebuah sistem jaringan. Yang perlu diperhatikan dalam manajemen performasi adalah server, network, workstation, dan application.
Desain sistem untuk performasi yang lebih baik adalah sebagai berikut:
- Lebih mengutamakan kecepatan CPU daripada kecepatan jaringan sehingga tidak menimbulkan efek kemacetan jaringan
- Mengurangi jumlah paket untuk mengurangi overhead software.
- Menambah jumlah bandwith untuk menghindari penundaan yang terlalu lama, meningkatkan kecepatan pemrosesan, serta mengurangi masalah kemacetan.
- Untuk mengontrol timeout, jangan menset timeout terlalu lama atau terlalu cepat
- Melakukan pencegahan lebih baik daripada perbaikan untuk menjaga kualitas yang baik baik hardware maupun software.
- Response time
Sistem jaringan yang baik memiliki respon time yang cepat terhadap request ke suatu services di jaringan. Dimana setiap host yang mengakses jaringan dapat memperoleh services dari jaringan dengan cepat.
- Accuracy
Keakuratan (accuracy) merupakan persentase dari penggunaan trafik yang secara benar di transmisikan pada sistem, yang berhubungan dengan trafik, termasuk error yang terjadi saat transmisi. Dalam hal ini keakuratan juga berhubungan dengan penggunaan aplikasi jaringan dan jaringan itu sendiri. Semakin banyak aplikasi jaringan yang digunakan maka akan semakin tinggi keakuratan dari trafik jaringan yang dibutuhkan agar tidak terjadi error saat transmisi data dari aplikasi jaringan tersebut.
- Availability
Availability (ketersediaan) dalam jaringan merupakan jumlah waktu operasi jaringan yang tersedia, baik ketersediaan dari jumlah layanan kepada end user (pengguna) maupun kepada server. Jika delay pengiriman paket yang terjadi dalam suatu jaringan terlalu panjang walaupun waktu operasi dari jaringan dapat melayani, maka jaringan tetap saja secara virtual dikatakan tidak tersedia. Untuk performansi jaringan, ketersediaan (availabilty) layanan jaringan harus diperhatikan untuk menghindari gangguan dalam jaringan.
- Penggunaan Jaringan Maksimum
Penggunaan jaringan maksimum merupakan persentase total kapasitas bandwidth dari segmen jaringan yang dapat digunakan sebelum suatu jaringan mengalami gangguan. Melakukan pembatasan pada penggunaan jaringan penting dilakukan untuk mencegah kerusakan atau gangguan pada jaringan, sehingga jaringan mengalami performansi yang baik.
Penggunaan maksimum jaringan dapat diukur dari hal-hal berikut:
- Pengiriman paket yang ada (actual packets/sec) berbanding pengiriman paket maksimum ( vs max packets/sec)
- Persentase dari penggunaan bandwidth yang ada berbanding jumlah bandwidth maksimum yang tersedia
- Jumlah bandwidth nyata (Throughput) bps yang diterima berbanding dengan jumlah maksimum Throughput bps yang mungkin.
- Throughput
Throughput adalah pengukuran dari kapasitas transmisi, yaitu jumlah dari data yang berhasil di transfer antar node per unit waktu (yang umumnya diukur berdasarkan detik). Throughput disebut juga bandwidth aktual yang terukur pada suatu ukuran waktu tertentu dalam suatu hari menggunakan rute internet yang spesifik ketika sedang men-download suatu file. Throughput dapat diukur dengan membandingkan keefektifan dari komputer yang sedang menjalankan program aplikasi yang banyak di-download dari internet.
- Latency
Latency adalah waktu yang diperlukan untuk mentransmisikan sebuah frame hingga frame tersebut siap untuk ditransmisikan dari titik asal ke titik awal transmisi. Latency dapat mempengaruhi performansi suatu jaringan dalam hal transmisi data. Semakin tinggi latency proses pengiriman data akan semakin lambat, sebaliknya latency yang kecil akan mempercepat proses pengiriman data.
Daftar Port TCP dan UDP
Berikut adalah daftar port TCP dan UDP yang harus saya hafalkan dalam bidang studi kejuruan saya yang saya dapatkan dari walikelas saya. Semoga dapat bermanfaat juga bagi temen-temen yang membutuhkannya sebagai bahan referensi.
Port
|
Jenis Port
|
Keyword
|
Digunakan oleh
|
0
|
TCP, UDP
|
T/A.
|
Dicadangkan, tidak digunakan.
|
1
|
TCP, UDP
|
TCPmux
|
TCP Port Service Multiplexer
|
2
|
TCP, UDP
|
compressnet
|
Management Utility
|
3
|
TCP, UDP
|
compressnet
|
Compression Process
|
4
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
5
|
TCP, UDP
|
rje
|
Remote Job Entry
|
6
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
7
|
TCP, UDP
|
echo
|
Echo
|
8
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
9
|
TCP, UDP
|
discard
|
Discard;alias=sink null
|
10
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
11
|
TCP, UDP
|
systat
|
Active Users; alias = users
|
12
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
13
|
TCP, UDP
|
daytime
|
Daytime
|
14
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
15
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan (sebelumnya: netstat)
|
16
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
17
|
TCP, UDP
|
qotd
|
Quote of the Day; alias = quote
|
18
|
TCP, UDP
|
msp
|
Message Send Protocol
|
19
|
TCP, UDP
|
chargen
|
Character Generator; alias = ttytst source
|
20
|
TCP, UDP
|
ftp-data
|
File Transfer Protocol (default data)
|
21
|
TCP, UDP
|
ftp
|
File Transfer Protocol (control), connection dialog
|
22
|
TCP, UDP
|
SSH
|
Putty
|
23
|
TCP, UDP
|
telnet
| |
24
|
TCP, UDP
|
Any private mail system
| |
25
|
TCP, UDP
|
smtp
|
Simple Mail Transfer Protocol; alias = mail
|
26
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
27
|
TCP, UDP
|
nsw-fe
|
NSW User System FE
|
28
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
29
|
TCP, UDP
|
msg-icp
|
MSG ICP
|
30
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
31
|
TCP, UDP
|
msg-auth
|
MSG Authentication
|
32
|
TCP, UDP
|
Belum ditetapkan
| |
33
|
TCP, UDP
|
dsp
|
Display Support Protocol
|
34
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
35
|
TCP, UDP
|
Any private printer server
| |
36
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
37
|
TCP, UDP
|
time
|
Time; alias = timeserver
|
38
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
39
|
TCP, UDP
|
rlp
|
Resource Location Protocol; alias = resource
|
40
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
41
|
TCP, UDP
|
graphics
|
Graphics
|
42
|
TCP, UDP
|
nameserver
|
Host Name Server; alias = nameserver
|
43
|
TCP, UDP
|
nicname
|
Who Is; alias = nicname
|
44
|
TCP, UDP
|
mpm-flags
|
MPM FLAGS Protocol
|
45
|
TCP, UDP
|
mpm
|
Message Processing Module
|
46
|
TCP, UDP
|
mpm-snd
|
MPM (default send)
|
47
|
TCP, UDP
|
ni-ftp
|
NI FTP
|
48
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
49
|
TCP, UDP
|
login
|
Login Host Protocol
|
50
|
TCP, UDP
|
re-mail-ck
|
Remote Mail Checking Protocol
|
51
|
TCP, UDP
|
la-maint
|
IMP Logical Address Maintenance
|
52
|
TCP, UDP
|
xns-time
|
XNS Time Protocol
|
53
|
TCP, UDP
|
domain
| |
54
|
TCP, UDP
|
xns-ch
|
XNS Clearinghouse
|
55
|
TCP, UDP
|
isi-gl
|
ISI Graphics Language
|
56
|
TCP, UDP
|
xns-auth
|
XNS Authentication
|
57
|
TCP, UDP
|
Any private terminal access
| |
58
|
TCP, UDP
|
xns-mail
|
XNS Mail
|
59
|
TCP, UDP
|
Any private file service
| |
60
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
61
|
TCP, UDP
|
ni-mail
|
NI MAIL
|
62
|
TCP, UDP
|
acas
|
ACA Services
|
63
|
TCP, UDP
|
via-ftp
|
VIA Systems – FTP
|
64
|
TCP, UDP
|
covia
|
Communications Integrator (CI)
|
65
|
TCP, UDP
|
tacacs-ds
|
TACACS-Database Service
|
66
|
TCP, UDP
|
sql*net
|
Oracle SQL*NET
|
67
|
TCP, UDP
|
bootpc
| |
68
|
TCP, UDP
|
bootpc
| |
69
|
TCP, UDP
|
tftp
| |
70
|
TCP, UDP
|
gopher
| |
71
|
TCP, UDP
|
netrjs-1
|
Remote Job Service
|
72
|
TCP, UDP
|
netrjs-2
|
Remote Job Service
|
73
|
TCP, UDP
|
netrjs-3
|
Remote Job Service
|
74
|
TCP, UDP
|
netrjs-4
|
Remote Job Service
|
75
|
UDP
|
T/A
|
Any private dial-out service
|
76
|
TCP, UDP
|
T/A
|
Belum ditetapkan
|
77
|
TCP, UDP
|
Any private RJE service
| |
78
|
TCP, UDP
|
vetTCP
|
VetTCP
|
79
|
TCP, UDP
|
finger
|
Finger
|
80
|
TCP, UDP
|
www
| |
81
|
TCP, UDP
|
hosts2-ns
|
HOSTS2 Name Server
|
82
|
TCP, UDP
|
xfer
|
XFER Utility
|
83
|
TCP, UDP
|
mit-ml-dev
|
MIT ML Device
|
84
|
TCP, UDP
|
ctf
|
Common Trace Facility
|
85
|
TCP, UDP
|
mit-ml-dev
|
MIT ML Device
|
86
|
TCP, UDP
|
mfcobol
|
Micro Focus Cobol
|
87
|
TCP, UDP
|
Any private terminal link; alias = ttylink
| |
88
|
TCP, UDP
|
kerberos
| |
89
|
TCP, UDP
|
su-mit-tg
|
SU/MIT Telnet Gateway
|
90
|
TCP, UDP
|
DNSIX Security Attribute Token Map
| |
91
|
TCP, UDP
|
mit-dov
|
MIT Dover Spooler
|
92
|
TCP, UDP
|
npp
|
Network Printing Protocol
|
93
|
TCP, UDP
|
dcp
|
Device Control Protocol
|
94
|
TCP, UDP
|
objcall
|
Tivoli Object Dispatcher
|
95
|
TCP, UDP
|
supdup
|
SUPDUP
|
96
|
TCP, UDP
|
dixie
|
DIXIE Protocol Specification
|
97
|
TCP, UDP
|
swift-rvf
|
Swift Remote Virtual File Protocol
|
98
|
TCP, UDP
|
tacnews
|
TAC News
|
99
|
TCP, UDP
|
metagram
|
Metagram Relay
|
100
|
TCP
|
newacct
|
(unauthorized use)
|
101
|
TCP, UDP
|
hostname
|
NIC Host Name Server; alias = hostname
|
102
|
TCP, UDP
|
iso-tsap
|
ISO-TSAP
|
103
|
TCP, UDP
|
gppitnp
|
Genesis Point-to-Point Trans Net; alias = webster
|
104
|
TCP, UDP
|
acr-nema
|
ACR-NEMA Digital Imag. & Comm. 300
|
105
|
TCP, UDP
|
csnet-ns
|
Mailbox Name Nameserver
|
106
|
TCP, UDP
|
3com-tsmux
|
3COM-TSMUX
|
107
|
TCP, UDP
|
rtelnet
|
Remote Telnet Service
|
108
|
TCP, UDP
|
snagas
|
SNA Gateway Access Server
|
109
|
TCP, UDP
|
pop2
|
Post Office Protocol version 2 (POP2); alias = postoffice
|
110
|
TCP, UDP
|
pop3
|
Post Office Protocol version 3 (POP3); alias = postoffice
|
111
|
TCP, UDP
|
sunrpc
|
SUN Remote Procedure Call
|
112
|
TCP, UDP
|
mcidas
|
McIDAS Data Transmission Protocol
|
113
|
TCP, UDP
|
auth
|
Authentication Service; alias = authentication
|
114
|
TCP, UDP
|
audionews
|
Audio News Multicast
|
115
|
TCP, UDP
|
sftp
| |
116
|
TCP, UDP
|
ansanotify
|
ANSA REX Notify
|
117
|
TCP, UDP
|
uucp-path
|
UUCP Path Service
|
118
|
TCP, UDP
|
sqlserv
|
SQL Services
|
119
|
TCP, UDP
|
nntp
|
Network News Transfer Protocol (NNTP); alias = usenet
|
120
|
TCP, UDP
|
cfdptkt
|
CFDPTKT
|
121
|
TCP, UDP
|
erpc
|
Encore Expedited Remote Procedure Call
|
122
|
TCP, UDP
|
smakynet
|
SMAKYNET
|
123
|
TCP, UDP
|
ntp
|
Network Time Protocol; alias = ntpd ntp
|
124
|
TCP, UDP
|
ansatrader
|
ANSA REX Trader
|
125
|
TCP, UDP
|
locus-map
|
Locus PC-Interface Net Map Server
|
126
|
TCP, UDP
|
unitary
|
Unisys Unitary Login
|
127
|
TCP, UDP
|
locus-con
|
Locus PC-Interface Connection Server
|
128
|
TCP, UDP
|
gss-xlicen
|
GSS X License Verification
|
129
|
TCP, UDP
|
pwdgen
|
Password Generator Protocol
|
130
|
TCP, UDP
|
cisco-fna
|
Cisco FNATIVE
|
131
|
TCP, UDP
|
cisco-tna
|
Cisco TNATIVE
|
132
|
TCP, UDP
|
cisco-sys
|
Cisco SYSMAINT
|
133
|
TCP, UDP
|
statsrv
|
Statistics Service
|
134
|
TCP, UDP
|
ingres-net
|
INGRES-NET Service
|
135
|
TCP, UDP
|
loc-srv
|
Location Service
|
136
|
TCP, UDP
|
profile
|
PROFILE Naming System
|
137
|
TCP, UDP
|
netbios-ns
| |
138
|
TCP, UDP
|
netbios-dgm
| |
139
|
TCP, UDP
|
netbios-ssn
| |
140
|
TCP, UDP
|
emfis-data
|
EMFIS Data Service
|
141
|
TCP, UDP
|
emfis-cntl
|
EMFIS Control Service
|
142
|
TCP, UDP
|
bl-idm
|
Britton-Lee IDM
|
143
|
TCP, UDP
|
imap2
| |
144
|
TCP, UDP
|
news
|
NewS; alias = news
|
145
|
TCP, UDP
|
uaac
|
UAAC Protocol
|
146
|
TCP, UDP
|
iso-ip0
|
ISO-IP0
|
147
|
TCP, UDP
|
iso-ip
|
ISO-IP
|
148
|
TCP, UDP
|
cronus
|
CRONUS-SUPPORT
|
149
|
TCP, UDP
|
aed-512
|
AED 512 Emulation Service
|
150
|
TCP, UDP
|
sql-net
|
SQL-NET
|
151
|
TCP, UDP
|
hems
|
HEMS
|
152
|
TCP, UDP
|
bftp
|
Background File Transfer Program
|
153
|
TCP, UDP
|
sgmp
|
SGMP; alias = sgmp
|
154
|
TCP, UDP
|
netsc-prod
|
Netscape
|
155
|
TCP, UDP
|
netsc-dev
|
Netscape
|
156
|
TCP, UDP
|
sqlsrv
|
SQL Service
|
157
|
TCP, UDP
|
knet-cmp
|
KNET/VM Command/Message Protocol
|
158
|
TCP, UDP
|
pcmail-srv
|
PCMail Server; alias = repository
|
159
|
TCP, UDP
|
nss-routing
|
NSS-Routing
|
160
|
TCP, UDP
|
sgmp-traps
|
SGMP-TRAPS
|
161
|
TCP, UDP
|
snmp
| |
162
|
TCP, UDP
|
snmptrap
| |
163
|
TCP, UDP
|
cmip-man
|
CMIP/TCP Manager
|
164
|
TCP, UDP
|
cmip-agent
|
CMIP/TCP Agent
|
165
|
TCP, UDP
|
xns-courier
|
Xerox
|
166
|
TCP, UDP
|
s-net
|
Sirius Systems
|
167
|
TCP, UDP
|
namp
|
NAMP
|
168
|
TCP, UDP
|
rsvd
|
RSVD
|
169
|
TCP, UDP
|
send
|
SEND
|
170
|
TCP, UDP
|
print-srv
|
Network PostScript
|
171
|
TCP, UDP
|
multiplex
|
Network Innovations Multiplex
|
172
|
TCP, UDP
|
cl/1
|
Network Innovations CL/1
|
173
|
TCP, UDP
|
xyplex-mux
|
Xyplex
|
174
|
TCP, UDP
|
mailq
|
MAILQ
|
175
|
TCP, UDP
|
vmnet
|
VMNET
|
176
|
TCP, UDP
|
genrad-mux
|
GENRAD-MUX
|
177
|
TCP, UDP
|
xdmcp
|
X Display Manager Control Protocol
|
178
|
TCP, UDP
|
nextstep
|
NextStep Window Server
|
179
|
TCP, UDP
|
bgp
|
Border Gateway Protocol (BGP)
|
180
|
TCP, UDP
|
ris
|
Intergraph
|
181
|
TCP, UDP
|
unify
|
Unify
|
182
|
TCP, UDP
|
audit
|
Unisys Audit SITP
|
183
|
TCP, UDP
|
ocbinder
|
OCBinder
|
184
|
TCP, UDP
|
ocserver
|
OCServer
|
185
|
TCP, UDP
|
remote-kis
|
Remote-KIS
|
186
|
TCP, UDP
|
kis
|
KIS Protocol
|
187
|
TCP, UDP
|
aci
|
Application Communication Interface
|
188
|
TCP, UDP
|
mumps
|
Plus Five’s MUMPS
|
189
|
TCP, UDP
|
qft
|
Queued File Transport
|
190
|
TCP, UDP
|
gacp
|
Gateway Access Control Protocol
|
191
|
TCP, UDP
|
prospero
|
Prospero
|
192
|
TCP, UDP
|
osu-nms
|
OSU Network Monitoring System
|
193
|
TCP, UDP
|
srmp
|
Spider Remote Monitoring Protocol
|
194
|
TCP, UDP
|
irc
|
Internet Relay Chat (IRC) Protocol
|
195
|
TCP, UDP
|
dn6-nlm-aud
|
DNSIX Network Level Module Audit
|
196
|
TCP, UDP
|
dn6-smmred
|
DNSIX Session Management Module Audit Redirector
|
197
|
TCP, UDP
|
dls
|
Directory Location Service
|
198
|
TCP, UDP
|
dls-mon
|
Directory Location Service Monitor
|
199
|
TCP, UDP
|
smux
|
SMUX
|
200
|
TCP, UDP
|
src
|
IBM System Resource Controller
|
201
|
TCP, UDP
|
at-rtmp
|
AppleTalk Routing Maintenance
|
202
|
TCP, UDP
|
at-nbp
|
AppleTalk Name Binding
|
203
|
TCP, UDP
|
at-3
|
AppleTalk Unused
|
204
|
TCP, UDP
|
at-echo
|
AppleTalk Echo
|
205
|
TCP, UDP
|
at-5
|
AppleTalk Unused
|
206
|
TCP, UDP
|
at-zis
|
AppleTalk Zone Information
|
207
|
TCP, UDP
|
at-7
|
AppleTalk Unused
|
208
|
TCP, UDP
|
at-8
|
AppleTalk Unused
|
209
|
TCP, UDP
|
tam
|
Trivial Authenticated Mail Protocol
|
210
|
TCP, UDP
|
z39.50
|
ANSI Z39.50
|
211
|
TCP, UDP
|
914c/g
|
Texas Instruments 914C/G Terminal
|
212
|
TCP, UDP
|
anet
|
ATEXSSTR
|
213
|
TCP, UDP
|
ipx
| |
214
|
TCP, UDP
|
vmpwscs
|
VM PWSCS
|
215
|
TCP, UDP
|
softpc
|
Insignia Solutions
|
216
|
TCP, UDP
|
atls
|
Access Technology License Server
|
217
|
TCP, UDP
|
dbase
|
dBASE UNIX
|
218
|
TCP, UDP
|
mpp
|
Netix Message Posting Protocol
|
219
|
TCP, UDP
|
uarps
|
Unisys ARPs
|
220
|
TCP, UDP
|
imap3
| |
221
|
TCP, UDP
|
fln-spx
|
Berkeley rlogind with SPX authentication
|
222
|
TCP, UDP
|
fsh-spx
|
Berkeley rshd with SPX authentication
|
223
|
TCP, UDP
|
cdc
|
Certificate Distribution Center
|
224–241
|
T/A
|
T/A
|
Tidak digunakan; dicadangkan
|
242
|
TCP, UDP
|
direct
|
Direct
|
243
|
TCP, UDP
|
sur-meas
|
Survey Measurement
|
245
|
TCP, UDP
|
link
|
LINK
|
246
|
TCP, UDP
|
dsp3270
|
Display Systems Protocol
|
247
|
TCP, UDP
|
subntbcst_tftp
|
SUBNTBCST_TFTP
|
248
|
TCP, UDP
|
bhfhs
|
bhfhs
|
249–255
|
T/A
|
T/A
|
Tidak digunakan; dicadangkan
|
345
|
TCP, UDP
|
pawserv
|
Perf Analysis Workbench
|
346
|
TCP, UDP
|
zserv
|
Zebra server
|
347
|
TCP, UDP
|
fatserv
|
Fatmen Server
|
371
|
TCP, UDP
|
clearcase
|
Clearcase
|
372
|
TCP, UDP
|
ulistserv
|
UNIX Listserv
|
373
|
TCP, UDP
|
legent-1
|
Legent Corporation
|
374
|
TCP, UDP
|
legent-2
|
Legent Corporation
|
Langganan:
Entri (Atom)
Entri Populer
-
Bagi teman - teman yang punya laptop tapi baterainya sudah ogep, mati binti modar dan tidak bisa di charger lagi sehingga tidak dapat digu...
-
Hadoh bingung aku gimana kalimat pembukanya. Maklum banyak masalah. Yaudah to de point aja deh. Disini saya akan ngasih tau tentang bagai...
-
1. Bahan-bahan : Ubuntu 9.10 Ip proxy 192.168.3.1 Gatewai 192.168.3.254 Ip mikrotik ke arah proxy 192.168.3.254/24 Ram 1 GB HDD Sata...
-
Buat anda yang ingin menghubungkan layar desktop anda ke layar TV, berikut tutorial tentang cara membuat kabel konversi VGA ke RGB. VGA t...
-
Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara processor Intel dan processor AMD yang saya temukan dan saya sajikan dalam bentuk tabel. ...
-
Berikut adalah tugas matematika tentang contoh soal-soal bangun ruang dimensi dua yang saya kerjakan berdua bersama teman saya. Semoga ini b...
-
Teman saya perbah bertanya kepada saya, Sob, bagaimana sih cara mengganti IP Address di Ubuntu? Trus saya jelaskan dengan pengethuan yang ...
-
''' Digital subscriber line access multiplexer , atau sering disingkat menjadi DSLAM adalah sebuah peralatan yang berfungsi menggabungkan ...
-
Berikut akan saya jelaskan tentang bagaimana cara menginstall Ubuntu Server 10.10 . Pada tutorial ini saya mempraktekkannya di VMware, namun...
-
Jaringan komputer Peer to Peer (PC to PC) adalah jaringan komputer yang hanya menghubungkan dua komputer dimana kedua komputer bisa menjadi ...






