Dari pengalaman diatas, saya melakukan beberapa kesalahan dan sangat sulit ketika ditanya dan disuruh untuk memeriksa hasil pekerjaan saya.
Akhirnya pada tugas selanjutnya saya terus berfikir bagaimana caranya agar tugas ini berjalan dengan baik dan tidak kesulitan saat ditanya bahkan untuk mengembalikannya seperti semula. Berikut beberapa hal yang saya lakukan untuk mengantisipasi hal-hal tersebut:
1. Ketika menerima data validasi dari pembimbing, jangan langsung di eksekusi, periksa dulu mana yang harus dicabut, dan mana yang tidak (tanya kepada pembina).
2. Apabila status pada data ada yang retensi (artinya pelanggan tersebut belum bayar alias nunggak) pastikan apakah status retensinya masih baru atau sudah lama dengan cara menggunakan embassy (biasanya pembina menyuruh yang lebih dari tiga bulan disuruh cabut)
3. Catat port mana saja yang akan di cabut. Bisa ditulis dibalik kertas data validasi atau dikertas lainnya.
4. Setelah melakukan hal diatas silahkan berangkat ke DSLAM yang dituju. Setelah sampai sana pastikan kita sudah tau posisi port yang dimaksud pada data (periksa apakah disana ada gambar layout nya atau tidak). Jika ada lakukan beberapa langkah berikut untuk memastikannya. (terkadang posisi port di DSLAM tidak berurutan dan berbeda-beda antara DSLAM satu dengan yang lainnya). Caranya yaitu dengan mencoba salah satu port yang ada pada LSA dengan test phone. Cek nomornya dengan menekan 141, lalu catat nomornya. Setelah itu cek nomor tersebut dengan menggunakan OS3 untuk mendapatkan nomor speedy nya, lalu masukkan nomor speedy tersebut di embassy untuk menemukan lokasi portnya. jika portnya benar dan sesuai dengan data validasi yang anda bawa, jangan langsung dicabut dulu. Cek lagi secara acak di port yang lain untuk memastikan.
5. Setelah semua sudah pasti, silahkan lakukan pencabutan sesuai dengan data validasi yang anda bawa. Nah untuk mengantisipasi kelupaan dan kesalahan, ada baiknya pada setiap port yang dicabut dicatat. Format yang saya gunakan adalah sebagai berikut.
Contoh jika kita mencabut port yang beralamat di DSLAM 01 0/1/0/12 (artinya kita mencabut kabel yang ada di jalur DSLAM 01, board 1, port 12)
- Cabut kabel dari PSTN nya dulu dan catat dengan kode p disamping data validasi yg dicabut.
- Cari ujung kabel dari PSTN tersebut hingga ketemu (umumnya mengarah ke jalur Primer). Jika tidak bisa karena kabel kusut atau mungkin terlilit di dalam tumpukan kabel sehingga sangat sulit untuk menelusirinya, anda dapat menggunakan tone generator (alat untuk mencari jalur kabel)
- Setelah dapat pangkalnya (misal di jalur primer port 34), maka catat di samping huruf p tadi sehingga menjadi seperti ini p=p34 (p34 artinya terletak di jalur primer port 34). Sehingga secara keseluruhan kode p=p34 artinya dari pstn port 1/12 menuju primer port 34
- Selanjutnya untuk jalur Line gunakan kode L untuk kodenya dan S untuk kode sekundernya
Nah dari beberapa langkah diatas saya langsung bisa mrngrmbalikan jumper an yang salah cabut. Memang terkesan ribet dan memakan waktu. Tapi silahkan pilih. Jika anda lupa maka berapa banyak waktu yang anda butuhkan untuk mengingatnya. Apalagi jika yang harus diingat adalah lebih dari satu?

Nice posts and very informative...... i like to keep visiting ur blog... :)
BalasHapus